myspace codes
Click here for Myspace glitter graphics and Myspace layouts
-->
Showing posts with label tAzkiRaHarini. Show all posts
Showing posts with label tAzkiRaHarini. Show all posts

Thursday, February 25, 2010

Saudaraku...

Ulama, da’i, serta para penyeru Islam yang mempersembahkan nyawanya di Jalan Allah, atas dasar ikhlas kepadaNya, sentiasa ditempatkan Allah sangat tinggi dan mulia di hati segenap manusia.

Di antara da’i dan penyeru Islam itu adalah Syuhada (insyaAllah) Sayyid Qutb. Bahkan peristiwa eksekusi matinya yang dilakukan dengan cara digantung, memberikan kesan mendalam dan menggetarkan bagi siapa saja yang mengenal beliau atau menyaksikan sikapnya yang teguh. Di antara mereka yang begitu tergetar dengan susuk mulia ini adalah dua orang polis yang menyaksikan eksekusi matinya (di tahun 1966).

Salah seorang polis itu mengetengahkan kisahnya kepada kita:

Ada banyak peristiwa yang tidak pernah kami bayangkan sebelumnya, lalu peristiwa itu menghentam kami dan merubah total kehidupan kami.

Di penjara militer pada saat itu, setiap malam kami menerima orang atau sekelompok orang, laki-laki atau perempuan, tua maupun muda. Setiap orang-orang itu tiba, atasan kami menyampaikan bahawa orang-orang itu adalah para pengkhianat negara yang telah bekerja sama dengan agen Zionis Yahudi. Karena itu, dengan cara apapun kami harus bias mengorek rahsia dari mereka. Kami harus dapat membuat mereka membuka mulut dengan cara apapun, meski itu harus dengan menimpakan siksaan keji pada mereka tanpa pandang bulu.

Jika tubuh mereka penuh dengan berbagai luka akibat pukulan dan cambukan, itu sesuatu pemandangan harian yang biasa. Kami melaksanakan tugas itu dengan satu keyakinan kuat bahwa kami tengah melaksanakan tugas mulia: menyelamatkan negara dan melindungi masyarakat dari para “pengkhianat keji” yang telah bekerja sama dengan Yahudi hina.

Begitulah, hingga kami menyaksikan berbagai peristiwa yang tidak dapat kami mengerti. Kami mempersaksikan para ‘pengkhianat’ ini sentiasa menjaga shalat mereka, bahkan sentiasa berusaha menjaga dengan teguh qiyamullail setiap malam, dalam keadaan apapun. Ketika ayunan pukulan dan cabikan cambuk memecahkan daging mereka, mereka tidak berhenti untuk mengingat Allah. Lisan mereka sentiasa berdzikir walau tengah menghadapi siksaan yang berat.

Beberapa di antara mereka berpulang menghadap Allah sementar ayunan cambuk tengah mendera tubuh mereka, atau ketika sekawanan anjing lapar merobek daging punggung mereka. Tetapi dalam kondisi mencekam itu, mereka menghadapi maut dengan senyum di bibir, dan lisan yang selalu basah mengingat nama Allah.

Perlahan, kami mulai ragu, apakah benar orang-orang ini adalah sekawanan ‘penjahat keji’ dan ‘pengkhianat’? Bagaimana mungkin orang-orang yang teguh dalam menjalankan perintah agamanya adalah orang yang berkolaborasi dengan musuh Allah?

Maka kami, aku dan temanku yang sama-sama bertugas di kepolisian ini, secara rahasia menyepakati, untuk sedapat mungkin berusaha tidak menyakiti orang-orang ini, serta memberikan mereka bantuan apa saja yang dapat kami lakukan. Dengan izin Allah, tugas saya di penjara militer tersebut tidak berlangsung lama. Penugasan kami yang terakhir di penjara itu adalah menjaga sebuah sel di mana di dalamnya dipenjara seseorang. Kami diberi tahu bahwa orang ini adalah yang paling berbahaya dari kumpulan ‘pengkhianat’ itu. Orang ini adalah pemimpin dan perencana seluruh makar jahat mereka. Namanya Sayyid Qutb.

Orang ini agaknya telah mengalami siksaan sangat berat hingga ia tidak mampu lagi untuk berdiri. Mereka harus menyeretnya ke Pengadilan Militer ketika ia akan disidangkan. Suatu malam, keputusan telah sampai untuknya, ia harus dieksekusi mati dengan cara digantung.

Malam itu seorang sheikh dibawa menemuinya, untuk mentalqin dan mengingatkannya kepada Allah, sebelum dieksekusi.

(Sheikh itu berkata, “Wahai Sayyid, ucapkanlah Laa ilaha illa Allah…”. Sayyid Qutb hanya tersenyum lalu berkata, “Sampai juga engkau wahai Sheikh, menyempurnakan seluruh sandiwara ini? Ketahuilah, kami mati dan mengorbankan diri demi membela dan meninggikan kalimat Laa ilaha illa Allah, sementara engkau mencari makan dengan Laa ilaha illa Allah”. Pent)

Dini hari esoknya, kami, aku dan temanku, menuntun dan tangannya dan membawanya ke sebuah mobil tertutup, di mana di dalamnya telah ada beberapa tahanan lainnya yang juga akan dieksekusi. Beberapa saat kemudian, mobil penjara itu berangkat ke tempat eksekusi, dikawal oleh beberapa mobil militer yang membawa kawanan tentara bersenjata lengkap.

Begitu tiba di tempat eksekusi, tiap tentera menempati posisinya dengan senjata siap. Para perwira militer telah menyiapkan segala hal termasuk memasang instalasi tiang gantung untuk setiap tahanan. Seorang tentara eksekutor mengalungkan tali gantung ke leher Beliau dan para tahanan lain. Setelah semua siap, seluruh petugas bersiap menunggu perintah eksekusi.

Di tengah suasana ‘maut’ yang begitu mencekam dan menggoncangkan jiwa itu, aku menyaksikan peristiwa yang mengharukan dan mengagumkan. Ketika tali gantung telah mengikat leher mereka, masing-masing saling bertausiyah kepada saudaranya, untuk tetap tsabat dan shabr, serta menyampaikan kabar gembira, saling berjanji untuk bertemu di Surga, bersama dengan Rasulullah tercinta dan para Shahabat. Tausiyah ini kemudian diakhiri dengan pekikan, “ALLAHU AKBAR WA LILLAHIL HAMD!” Aku tergetar mendengarnya.

Di saat yang genting itu, kami mendengar bunyi mobil datang. Gerbang ruangan dibuka dan seorang pejabat militer tingkat tinggi datang dengan tergesa-gesa sembari memberi komando agar pelaksanaan eksekusi ditunda.

Perwira tinggi itu mendekati Sayyid Qutb, lalu memerintahkan agar tali gantungan dilepaskan dan tutup mata dibuka. Perwira itu kemudian menyampaikan kata-kata dengan bibir bergetar, “Saudaraku Sayyid, aku datang bersegera menghadap Anda, dengan membawa kabar gembira dan pengampunan dari Presiden kita yang sangat pengasih. Anda hanya perlu menulis satu kalimat saja sehingga Anda dan seluruh teman-teman Anda akan diampuni”.

Perwira itu tidak membuang-buang waktu, ia segera mengeluarkan sebuah notes kecil dari saku bajunya dan sebuah pulpen, lalu berkata, “Tulislah Saudaraku, satu kalimat saja… Aku bersalah dan aku minta maaf…”

(Hal serupa pernah terjadi ketika Ustadz Sayyid Qutb dipenjara, lalu datanglah saudarinya Aminah Qutb sembari membawa pesan dari rejim thowaghit Mesir, meminta agar Sayyid Qutb sekedar mengajukan permohonan maaf secara tertulis kepada Presiden Jamal Abdul Naser, maka ia akan diampuni. Sayyid Qutb mengucapkan kata-katanya yang terkenal, “Telunjuk yang sentiasa mempersaksikan keesaan Allah dalam setiap shalatnya, menolak untuk menuliskan barang satu huruf penundukan atau menyerah kepada rejim thowaghit…”. Pent)

Sayyid Qutb menatap perwira itu dengan matanya yang bening. Satu senyum tersungging di bibirnya. Lalu dengan sangat berwibawa beliau berkata, “Tidak akan pernah! Aku tidak akan pernah bersedia menukar kehidupan dunia yang fana ini dengan Akhirat yang abadi”.

Perwira itu berkata, dengan nada suara bergetar karena rasa sedih yang mencekam, “Tetapi Sayyid, itu artinya kematian…”

Ustadz Sayyid Qutb berkata tenang, “Selamat datang kematian di Jalan Allah… Sungguh Allah Maha Besar!”

Aku menyaksikan seluruh episod ini, dan tidak mampu berkata apa-apa. Kami menyaksikan gunung menjulang yang kokoh berdiri mempertahankan iman dan keyakinan. Dialog itu tidak dilanjutkan, dan sang perwira memberi tanda eksekusi untuk dilanjutkan.

Segera, para eksekutor akan menekan tuas, dan tubuh Sayyid Qutb beserta kawan-kawannya akan menggantung. Lisan semua mereka yang akan menjalani eksekusi itu mengucapkan sesuatu yang tidak akan pernah kami lupakan untuk selama-lamanya… Mereka mengucapkan, “Laa ilaha illah Allah, Muhammad Rasulullah…”

Sejak hari itu, aku berjanji kepada diriku untuk bertaubat, takut kepada Allah, dan berusaha menjadi hambaNya yang soleh. Aku sentiasa berdoa kepada Allah agar Dia mengampuni dosa-dosaku, serta menjaga diriku di dalam iman hingga akhir hayatku.


Diambil dari kumpulan kisah:
“Mereka yang kembali kepada Allah”
Oleh: Muhammad Abdul Aziz Al Musnad
Diterjemahkan oleh Dr. Muhammad Amin Taufiq







mengharap aku beriman tegar seperti itu
selawat dan salam atas junjungan rasul yang mulia
Muhammad sallallahu alayhi wassalam
bersama menelusuri jalan para nabi =)
12 Rabiul Awal 1431H

Wednesday, January 27, 2010

If we just look bright to see the signs


Salam sahabat

saya cuma singgah sebentar

moga dapat luangkan sedikit masa menonton klip video ini


Moga bermanfaat kepada semua =)

Salam sayang dari saya






Monday, December 21, 2009

Orang yang mencari ilmu



Maka berhati-hatilah engkau wahai saudaraku daripada tipu muslihat syaitan dan janganlah engkau tunduk kepada tipuannya. Syaitan sangat pandai memerangkap engkau (dengan menyetujui engkau mencari ilmu) padahal sebenarnya ia telah memperdayai engkau (dengan memesongkan niatmu) maka celaka bagi si jahil sekali celaka kerana ia tidak mahu belajar dan celaka bagi si alim seribu kali celaka apabila ia tidak mengamalkan ilmunya.

Dan ketahuilah bahawa manusia di dalam menuntut ilmu ini terbahagi kepada tiga keadaan:

Pertama: Orang yang mencari ilmu untuk menjadikannya sebagai bekalan ke negeri akhirat maka dia tidak berniat dengan mencari ilmu kecuali hanya mendapat keredhaan Allah dan negeri akhirat. Maka orang ini termasuk di dalam golongan orang yang beruntung.

Kedua: Orang yang mencari ilmu untuk mendapatkan keuntungan segera (dunia) dan mendapatkan kemuliaan, pangkat dan harta benda, sedangkan dia sendiri menyedari hal ini dan merasakan di dalam hatinya akan kejahatan keadaan yang sedang dialaminya dan kehinaan maksudnya. Maka orang ini adalah berada di dalam golongan yang berbahaya. Jikalau dia mati sebelum sempat bertaubat, maka dibimbangi ia akan mati dalam keadaan 'su-ul khatimah' kemudian urusannya terserahlah kepada kehendak Allah (kalau mahu dimaafkan atau diseksa). Tetapi kalau dia mendapat taufik sebelum matinya lalu dia bertaubat dan sempat mengamalkan ilmu yang telah dituntutnya dan sempat pula membuat pembetulan terhadap apa yang tercedera dan tercuai, maka bolehlah dia dikumpulkan- Nya bersama golongan yang beruntung, kerana orang yang bertaubat daripada dosanya sama seperti orang yang tidak berdosa.

Ketiga: Orang yang telah dikuasai oleh syaitan maka ia menjadikan ilmu yang dituntutnya itu sebagai alat untuk menghimpunkan harta benda dan bermegah-megah dengan kedudukan dan merasa bangga dengan ramai pengikutnya. Dia menggunakan ilmu yang dituntut itu untuk mencapai segala hajatnya dan untuk mangaut keuntungan dunia. Walaupun demikian, dia masih terpedaya lagi dengan sangkaannya bahawa dia mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Allah...


Sedutan daripada kitab Bidayatul Hidayah (Permulaan Jalan Hidayah) karya Al-Imam Hujjatul Islam Al-Ghazali rahmatullah alaih. Kedah: Pustaka Darus Salam (cetakan 1999) muka surat 17-18.



semoga kita tergolong dalam
golongan p e r t a m a

Wednesday, December 9, 2009

Kepada yang bergelar manusia...




"Sesungguhnya kebenaran tidak akan memimpin,
kebaikan tidak akan tersebar, keadilan tidak akan tertegak,
panji-panji kemuliaan akan jatuh dengan wujudnya
orang-orang yang menggadaikan prinsip
semata-mata mencari keuntungan dunia
dan orang-orang yang bersifat ria'
yang hanya mahu diri mereka dilihat orang,
kata-kata mereka didengar, mereka menjadi buah mulut masyarakat,
dan boleh mengarahkan orang lain dengan jari telunjuk.
Kebenaran, kebaikan, kemuliaan hanya akan tertegak
dengan orang-orang yang ikhlas,
yang berpegang teguh dengan prinsip,
yang boleh mempengaruhi orang lain bukannya dipengaruhi.
Mereka adalah orang-orang yang berkorban
bukannya mengambil manfaat,
memberi bukannya mengambil."

[ Risalah Ta'alim ]


2days break
for the next two exams

Wednesday, October 21, 2009

kecil bukan tak bererti


Lama sungguh entri itu saya tinggalkan ya.. Sibuk? Anda boleh kata ya. Minggu saya yang sudah agak payah. Payah dalam erti penyusunan pemikiran. Tapi itu sekadar exam Japanese dan Neuroanatomy (mungkin bersama pemikiran tutorial menjadikan ruang waktu yang sangat terhad). Huhh. Bagaimana pula agaknya minggu hadapan. Kami bakal menghadapi 3 lagi ujian getir. Mujur juga subjek Locomotor Biology ditangguhkan ke Isnin yang berikutnya. Kalau tidak, kami terpaksa bertarung geliga 3hari berturut-turut 4paper! Huhh..terima kasih Allah.

Berkata tentang entri yang lepas, hakikatnya saya tahu bukanlah kesibukan itu yang menghalang. Bahkan sebenarnya saya tiba-tiba hilang yakin. Bimbang pula saya untuk mengolah sendiri.. Berhubung dengan alam yang nampak mudah, tapi selalunya susah untuk diamalkan. Hurmm...

Tanya diri anda, susah benarkah melihat sesuatu lalu meletakkan dihujungnya suatu kuasa yang Maha Sempurna iaitu Tuhan. Setiap hari, bermacam perkara berlaku dalam hidup kita. Dari kita buka mata hinggalah Allah menutupkannya semula, kalaulah anda seorang yang mencatat segala yang berlaku dengan terperinci, mungkin anda tak punya masa untuk mengolah semua kejadian ini.. Kerana terlalu banyak hikmahnya. Terlalu dalam impaknya, yang terkadang tak tercapai dek akal manusia. Tapi, dalam sebanyak-banyak perkara itu.. apakah pernah kita memikirkannya walau sebarang dua? Ataukah dalam satu hari itu anda langsung tidak pernah ambil peduli tentang setiap keremehan yang terjadi? Mungkin statusnya 'remeh' di mata kita, tapi sungguh tinggi nilainya bagi mereka yang berfikir...



"Maka tidak pernahkah mereka berjalan di bumi, sehingga hati (akal) mereka dapat memahami, telinga mereka dapat mendengar?..."
[22:46]

Semalam, dalam perjalanan dari rumah ke rumah (di daerah UCD) seorang sahabat memukul dahan pohon-pohon yang telahpun menguning dedaunnya. Katanya mahu membuat adegan filem Korea (=p). Kerana saat ini di daerah kami telah mula menunjukkan ke'autum'annya. Pohon-pohon menguning dengan cantiknya bersama helaian-helaian daunan yang bertaburan. Tapi, paluan raket skuasy itu tidak berjaya menggugurkan sehelai daun pun. Kami berpandangan. Sekadar tersenyum dengan ketidakberjayaan tadi.


'autumn on goin'

Seketika teman saya itu berkata, "Tengok, kalau Allah dah kata daun ni takkan gugur, tetap takkan gugur walaupun ia dah kering di atas dahan."

Benar. Benar sungguh kata-katanya. Masyaallah, subhanallah... Mungkin saya malas menggunakan akal untuk berfikir tentangnya..terima kasih Allah kerana menghantar teman ini untuk menyebutkannya kepada saya.. alhamdulillah.

"Jum, kita cuba lagi yang itu," sengaja saya mengajak teman saya mencuba lagi, kali ini pohon yang letaknya lebih jauh dari kami. Satu, dua (kasihan pokok itu tentu sakit dipukul oleh kami..isk). Sehelaipun tidak gugur.

"Kan Allah dah kata, kalau 'tak gugur' maka tak gugurlah." Ulangan suara versi berbeza yang menderaikan tawa kami. Kami pun berlalu. Betapa hebatnya kuasa Allah... Itu baru sekecil-kecil perkara. Kalau insiden-insiden yang lebih besar, masyaAllah.. hanya tinggal kita sama ada mahu memikirkannya atau tidak.

Laluan saya untuk pulang ke rumah, misalnya. Selalunya saya akan pulang sekadar berjalan kaki kerana bas di laluan ini sangat kurang frekuensinya di petang dan malam hari. Setengah jam 'gap' masa yang membolehkan saya sampai dahulu dengan senang hati (tak perlu stress menunggu bas, tak perlu keluarkan syiling lagi..hhe). Kalau diikutkan sebenarnya terlalu banyak perkara yang boleh saya fikirkan. Interaksi dengan alam bukan sekadar tertakluk kepada pohon-pohon, awan, langit, bulan, burung dan yang seangkatan. Tapi, setiap yang berlaku sesama manusia juga antara cara kita berhubung denganNya. Kerana setiap yang berlaku adalah takdir Allah, telah awal-awal lagi tercatit dalam ketetapanNya.

Satu hari, saya menapak ke uni, hampir di persimpangan 'pintu belakang' seekor anjing yang kelihatan tak terurus fizikalnya berlari kecil dari sebuah rumah, memotong sisi saya, lalu masuk ke rumah yang satu lagi. Seketika ia keluar semula, memotong lagi, saya tak pasti apa yang diperbuatnya. Tapi anjing itu telah 'menemani' saya smpai ke uni. Malamnya, saya pulang lewat, kerana kelas bahasa selalunya habis dalam lingkungan 8pm. Hampir di persimpangan itu semula, tiba-tiba saya dikejutkan dengan kehadiran anjing itu lagi. Hampir-hampir heart attack bila tiba-tiba makhluk itu muncul dari hadapan kala diri khusyuk berjalan kaki. Saya memotong, anjing itu berpatah balik. Dan berlari anak memotong saya lagi. Lakunya juga seperti tadi, masuk ke halaman rumah ke rumah. Subhanallah, apakah sejak pagi tadi ia berulang alik begitu?? Agak-agaknya apakah hikmahnya Allah tentukan begitu yea.. sampai sekarang belum bertemu jawapannya. Agak-agak anda?


"Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada ALLAH,
sehingga Allah menjadikan mereka lupa akan diri sendiri.
Mereka itulah orang-orang fasik.."
[al-Hasy:19]

"Sesungguhnya makhluk begerak yang bernyawa yang paling buruk dalam pandangan ALLAH ialah mereka yang tuli dan bisu (tidak mendengar dan memahami kebenaran) yaitu orang-orang yang tidak mengerti.."
[al-Anfal:22]



Gembira tak bila ada Irish baby dalam pram yang
tiba-tiba melambai anda tika jauh anda berjalan kaki
haihh..sangat sangat sangat comel!!!!
(bukan senang baby kat sini murah hati nak bermesra sndr)
yosh~ hilang penat jalan kaki =p
(miggu hr tu je ada 2 baby..wawa)

Thursday, October 8, 2009

Berhubung dengan alam...


Minggu lalu, bicara ini dibangkitkan dalam usrah kami. Boleh bayangkan tak macam manakah perhubungan yang dimaksudkan itu sebenarnya? Urm...

Perlu bercakap-cakap ke?

Perlu bagi pokok minum hari-hari?

Perlukah tanya khabar swan setiap pagi?


Perhubungan yang macam mana sedang anda fikirkan tu? :p

Fikir dulu...kita sambung nanti ya (^^)

Sunday, October 4, 2009

Mujahadatun Nafs




Setujukah kita?

Atau tidak tahu?

Atau pura-pura tidak tahu?



Orang yang memandang dengan sepintas lalu jarang merasakan hati terusik dan jatuh.

Ibnul Qayyim menyatakan:

“Orang berakal tidak mudah tergelincir jatuh hati dan rindu, dia tidak tertimpa pelbagai kerosakan. Barang siapa yang terjun ke dalamnya maka ia termasuk orang yang menzalimi diri sendiri, tertipu dan akhirnya binasa. Jika dia tidak melakukan pandangan berkali-kali terhadap orang yang dikagumi dan usahanya itu meragut benang asmara, pastilah asmara tidak akan kukuh mencengkam jiwanya.”


---> peringatan -----> buat diri dan semua



"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keredhaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, ALLAH berserta orang-orang yang berbuat baik."
[29:69]


Tuesday, September 1, 2009

"L O VE at the gate!"


Jerit sang 'posmen' bertalu-talu...

Kamu pun berlari-lari sesungguhnya -tidak mahu terlepas secebispun. Kerana itu cinta hati kamu.. Seketika, alunan intrumental 'Love at the gate' oleh full house oST berkumandang. Kilat yang menyabung di langit kelabu tak dihiraukan. Lagi kuat dentuman guruh. Lagi cepat langkahmu. Debar gerun si kilat yang menghalilintar terlandai dengan debar menanti isi si surat. Biar lenjun tubuh, tapi surat CINTA itu tak boleh basah!

Biasa dengar dongeng fenomena ini bukan? Suatu realiti atau khayalan yang tak menghairankan. Aku pasti kamu setuju dengan itu. 

Tapi sedarkah kita akan satu lagi realiti, yang paling 'real' dan sedang berlaku depan mata kini.

TUHAN sedang menghantar cintaNYA kepada kita!

Kali ini bukan lagi di pintu 'gate', tapi benar-benar depan tombol pintu. Sedarkah kita, Sang Ramadhan itulah 'posmen' dari Allah yang datang lagi pada 1430H, membawa bukan satu, malah berutus-utus surat cinta dari DIA untuk hamba-hambaNya. 'Surat-surat' yang membawa bersama berjuta rahmat di dalam setiap kupon ibadah yang ditawarkan. Tapi, bagaimanakah cara kita menyambutnya??? Tepuk iman, tanyalah diri..

Bukan selalu kita ditimbuni surat cinta menggunung seperti ini. Eksklusif HANYA untuk Ramadhan.. Sudah 10hari. Tapi sudahkah kita mengimarahkan malam-malam Allah? Apakah sudah dikemaskini hati ini agar benar-benar ikhlas dan mengharap hanya redhaNYA? - Soalan yang mendapat jawapan hurmmmmmmmmmmmm di hati saya. huhh.


Tadarus, zikrullah, terawih, puasa, qiam, sedekah etc etc etc -seenteng manakah pandangan hati ini padanya... =(
Kapankah lagi mahu memburu cinta Illahi, mahu tunggu esok, lusa, atau tahun hadapan? Berapa peratus keyakinan kamu pada sisa umurmu itu..

Berkenaan tarawih :

"kesetiaan dijunjung, akankah ke hujung???"


semoga Allah memberi kekuatan pada hati ini
agar yang diazam tak berubah
agar yang berubah tak merubah

Saturday, August 22, 2009

Berehat bersama Tarawih =)


Alhamdulillah..  alhamdulillah.. alhamdulillah (^^)

Syukur sangat sebab hajat pertama tercapai. Niat untuk menghadiri solat Tarawih yang pertama terkabul akhirnya. Alhamdulillah.. terima kasih Allah. =)

Hurm. Saya sendiri kurang pasti, barangkali ini yang pertama saya meraikan malam pertama Ramadhan. Huhu. Selalunya saya asyik ketinggalan dalam perlumbaan malam pertama ni. Tarawih hanya di pertengahan, bila tiba penghujung makhluk-makhluk bernama manusia ini mula kemalasan (pelik eh, sepatutnya lagi nak habis Ramadhan lagi kita berlumba-lumba nak 'tapaw' segala ibadah yang ada, tapi itulah realiti umat sekeliling kita..aih2..-diri ini tak terkecuali).

Maka dengan itu, saya ingin buat resolusi baru. Ramadhan kali ini, saya mahu istiqamah ke masjid (sementelah kalau nak buat tarawih sorang-sorang -lemah jadinya).  Tak kira apa berlaku, ada teman takde teman, insyaAllah sisa-sisa malam di Malaysia ini mahu dipenuhi semampunya. Doakanlah saya... Saya juga mendoakan kalian semua diberi kekuatan oleh Allah untuk mengejar peluang istimewa yang dikurniakan Allah kepada kita. 

Hargailah, bukan semua orang dapat menjadi tetamu Ramadhan pada kali ini...

Semalam, abang pulang dari solat Jumaat. Khabarnya, ada satu jenazah telah diusung masuk ke dalam masjid untuk disembahyangkan. MasyaAllah, dalam keriangan (atau mungkin 'keterpaksaan') kita menyambut kedatangan Ramadhan, ada hamba Allah yang dipanggil pulang sebelum sempat dia menambah iman dan amal yang begitu banyak ditawarkan sepanjang bulan mulia ini.. Sedangkan kita masih Allah izinkan untuk berhadiah kepadaNya lagi hari ini. S u b h a n a l l a h . (T.T)
 
Mari bersama menyedekahkan al-Fatihah -moga Allah merahmati kepulangannya, semoga diletakkan di kalangan para solihin. Ameen.


Ada apa dengan t a r a w i h ?

Tahukah kita? Kata-kata ''tarawih" itu diambil dari 'Muraawahah' @ (asalnya) 'Raahatun' =  yang bermaksud menghilangkan lelah, berlapang-lapang atau beristirehat. ..

Wow...! Ertinya setelah kita berpenat menahan lapar dan dahaga (bersama nafsu nafsi) di siang hari, Tuhan hadiahkan pula pada kita satu cara untuk kita berehat-rehat sambil mengingatiNya di malamnya. =) Subhanallah, baru hari ini saya tahu..hhu

Maka, sepatutnya tiadalah istilah 'penat' bertarawih yea. Kalau masih ada, mungkin patut cepat-cepat di'sport check' di mana silapnya. Tarawih itu mungkin kalau dikerjakan secara bertenang-tenang dan tidak terburu-buru (mahu pulang rumah awal tonton tv misalnye..hhe) insyaAllah..kita akan dikurniakan kerehatan itu dalam erti kata yang sebenar-benarnya. Mudah-mudahan.

Justeru, pesanan dari penulis:-

"Lakukanlah solat tarawih dengan 'Q'! iaitu mementingkan 'Quality' bukan 'Quantity'." (^^)

p/s: also applicable untuk solat-solat sunat lain..bukan terawih je..hhe ;p Bersamalah kita berusaha sebaiknya menjaga adab-adab solat e.g to'maninah, bacaan yang teratur plus rukun-rukun solat yang lain. okes.

Tips diambil diambil dari kad Ramadhan ucapan kasih Pn Zarina Ibrahim (guru Statistic KMB) untuk rakan-rakan M06F 2008. Huhu..terima kasih cikgu!

Rasulullah s.a.w bersabda:
"Barangsiapa yang mendirikan solat malam bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan kesedaran, diampunkan baginya dosanya yang telah lalu."
(HR Bukhari & Muslim)

Semoga amal kita diterima Allah =)

Salam rindu untuk
semua rakan2 M06F sekalian

Secebis Renungan...

Islamik Testimonial