myspace codes
Click here for Myspace glitter graphics and Myspace layouts
-->

Tuesday, July 17, 2012

KHUTBAH RASULULLAH S.A.W MENYAMBUT RAMADHAN


Diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib:
Wahai manusia, sudah datang kepada kalian bulan Allah dengan membawa keberkatan rahmat dan keampunan. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.

Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan olehNya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu adalah ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu dimakbulkan. Mohon kepada Allah, Tuhanmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu bagi melaksanakan puasa dan membaca KitabNya.

Malang bagi orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenang dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat. Bersedekah kepada fakir miskin. Muliakan orang tuamu, sayangi yang muda, sambungkan tali persaudaraanmu, pelihara lidahmu, kawal pandanganmu dari apa yang tidak halal bagi kamu memandangnya dan kawal pendenganranmu dari apa yang tidak halal bagi kamu mendengarnya. Kasihi anak-anak yatim, nescaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.

Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkat tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu solatmu kerana itu adalah saat-saat yang paling utama ketika Allah memandang hamba-hambaNya dengan penuh kasih sayang. Dia menjawab permintaan mereka ketika mereka menyeruNya, menyambut mereka ketika mereka memanggilNya dan memakbulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepadaNya.

Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai kerana amal-amalmu, bebaskan ia dengan istighfar. Belakangmu berat kerana beban dosamu, ringankan dengan memanjangkan sujudmu.

Ketahuilah, Allah Taala bersumpah dengan segala kebesaranNya, Dia tidak akan mengazab orang yang solat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Tuhan seluruh alam.

Wahai manusia, siapa di antara kamu memberi jamuan berbuka puasa kepada orang Islam yang berpuasa pada bulan ini, di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu.

Seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.” Rasulullah s.a.w meneruskan khutbahnya, “Pelihara dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Pelihara dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”

Wahai manusia, siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini, ia akan berhasil melewati Sirat al-Mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaanNya di hari kiamat. Siapa menahan sikap buruknya di bulan ini, Allah akan menahan kemurkaanNya pada hari ia berjumpa denganNya.

Siapa memuliakan anak yatim pada bulan ini, Allah memuliakannya pada hari ia berjumpa denganNya. Siapa yang menyambungkan tali persaudaraan pada bulan ini, Allah akan menghubungkannya dengan rahmatNya pada hari ia berjumpa denganNya. Siapa yang memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmatNya pada hari ia berjumpa denganNya.

Siapa melakukan solat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Siapa yang melakukan solat fardhu, baginya ganjaran seperti melakukan 70 solat fardhu pada bulan lain.

Siapa memperbanyak selawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan menjadi ringan. Siapa membaca satu ayat al-Quran pada bulan ini, ganjarannya sama seperti mengkhatamkan al-Quran pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu syurga dibukakan bagimu, mohon kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, mohon kepada Tuhanmu agar ia tidak akan dibukakan bagimu. Syaitan-syaitan terbelenggu, mintalah agar ia tidak lagi dapat menguasaimu.

Ali bin Abi Thalib yang meriwayatkan hadis ini berdiri dan berkata, “Wahai Rasulullah, amal apakah yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi Muhammad s.a.w, “Wahai Abu al-Hasan, amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah.”



Sumber: Buku ‘Khutbah Rasulullah, Wasiat Agung Buat Umat Tercinta’, oleh Rohidzir Rais.
 


Sunday, June 24, 2012

ALLAH i luv YOU ♥



Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

“Allah `azza wa jall berkata: 

‘Sesungguhnya dari kalangan hamba-hamba-Ku terdapat orang beriman yang tidak boleh diperbetulkan kecuali disusahkan dengan kemiskinan, dan untuk Aku memberi kekayaan kepadanya, sudah pasti itu akan merosakkannya. 
Sesungguhnya, dari kalangan hamba-hamba-Ku terdapat orang beriman yang tidak boleh diperbetulkan kecuali dengan kekayaan dan kemewahan, dan untuk Aku merampas itu daripadanya, sudah pasti akan merosakkannya.
Sesungguhnya dari kalangan hamba-hamba-Ku terdapat orang beriman yang tidak boleh diperbetulkan kecuali dengan kesihatan yang baik, dan untuk Aku memberikan dia kesihatan yang tidak baik, sudah pasti itu akan merosakkannya.
Sesungguhnya dari kalangan hamba-hamba-Ku adalah orang beriman yang tidak boleh diperbetulkan kecuali dengan penyakit dan kesakitan, dan untuk Aku memberikan dia kesihatan, sudah pasti itu akan merosakkannya.
Sesungguhnya dari kalangan hamba-hamba-Ku terdapat orang yang ingin beribadah dengan perbuatan-perbuatan tertentu tetapi Aku menghalangnya supaya kekaguman kepada diri sendiri tidak memasuki hatinya.
Sudah tentu, Aku menguruskan hal-ehwal hamba-hamba-Ku dengan Pengetahuan-Ku tentang apa yang ada dalam hati-hati mereka. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui dan Maha Menyedari.” 

[Hadith riwayat at-Tabarani]




duhai hati, ketahuilah
sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui
dan Dia Maha Adil dan Maha Bijaksana
berdoalah dengan sabar dan solat

Thursday, June 14, 2012

Dunia...



"Ya Allah...Aku akan pergi ke mana saja Engkau hantarkan aku, Pintaku hanya..hantarkan lah aku ke tempat dan padanya yang terbaik buatku, agamaku, hidupku di dunia dan akhirat... Jangan engkau biarkan aku hanyut dalam lautan kesedihan ciptaanku sendiri. Angkatkanlah kesedihan ini dari hatiku. Hapuskan duka dari jiwaku. Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada Allah kami akan kembali. Ya Allah, berikanlah pahala atas musibah yang menimpaku dan berikanlah aku ganti yang lebih baik darinya......"





Wednesday, May 23, 2012

Ya Allah bantulah kami mendidik hati ini..




Saidatina Aisyah RA pernah berpesan,
"Sebaik-baik wanita adalah yang tidak memandang dan dipandang"

Tuesday, May 22, 2012

Alhamdulillah, kami direzekikan menjadi tetamu Rejab 1433H


Doa ketika melihat bulan sabit Rajab
Anas bin Malik berkata bahwa ketika memasuki bulan Rajab Rasulullah saw berdoa: “Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan kami ke bulan Ramadhan.”
Hadis ini bersumber: Al-Faqih Abu Muhammad Ismail bin Al-Husein Al-Bukhari dari Al-Imam Abu A’la’, tahun 399 H, dari Ismail bin Ishaq, dari Muhammad bin Abu Bakar, dari Zaidah bin Abi Raqad dari Ziyadah An-Numairi dari Anas bin Malik. (Fadhail Syahr Rajab: 494)

Penetapan Nabi saw tentang bulan Rajab
Ayah dari Ibnu Abi Bakrah salah sahabat Nabi berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya zaman berputar seperti keadaan hari Allah menciptakan langit dan bumi, satu tahun adalah dua belas bulan. Di antara dua belas bulan itu adalah empat bulan mulia, tiga bulan berturut-turut Dzul-Qaidah, Dzul Hijjah dan Muharram, dan bulan Rajab yang berada di antara Jumadil Akhir dan Sya’ban …”
Hadis ini bersumber dari: Syeikh Al-Hafizh Ahmad bin Ali Al-Ishfahani, dari Abu Amer Muhammad bin Ahmad dari Abbas Asy-Syaibani, dari Abu Bakar bin Abi Syaibah, dari Abdul Wahhab Ats-Tsaqafi dari Ayyub, dari Ibnu Sirin dari Ibnu Abi Bakrah dari ayahnya, ia salah seorang sahabat Nabi saw.
Hadis ini Muttafaq alayh, diriwayatkan oleh Muhammad bin Ismail Al-Bukhari dalam kitabnya Al-Jami’, dan Muslim bin Hujjaj Al-Qusyairi dalam Musnadnya. Semuanya bersumber dari jalur Abdul Wahhab Ats-Tsaqafi.

Penamaan bulan Rajab sebagai bulan Allah
Siti Aisyah isteri Nabi saw berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya bulan Rajab adalah bulan Allah …”
Hadis ini bersumber dari: Abu Manshur Zhafr bin Muhammad Al-Husaini dari Abu Shaleh Khalaf bin Ismail, dari Makki bin Khalaf, dari Nashr bin Al-Husein dan Ishaq bin Hamzah, dari Isa bin Musa, dari Ubaiz bin Quhair, dari Ghalib bin Abdullah, dari Atha’ dari Siti Aisyah isteri Nabi saw.
Hadis ini juga diriwayatkan oleh Abu Said Al-Khudri, dengan mata rantai sanad: Abu Nashir bin Ahmad bin Ali Asy-Syabibi, dari Abul Hasan Muhammad bin Muhammad Al-Karizi, dari Abu Abdillah Muhammad bin Isa An-Naisaburi, dari Muhammad bin Ibrahim dari Al-Husein bin Salamah Al-Wasithi, dari Yahya bin Sahel, dari Isham bin Thaliq, dari Abu Harun Al-Abdi dari Abu Said Al-Khudri. (Fadhail Syahr Rajab: 496)

Hari-hari bulan Rajab tercatat di langit
Abu Said Al-Khudri berkata bahwa Rasulullah saw bersabda:
“Bulan Rajab adalah bagian dari bulan-bulan yang mulia dan hari-harinya tercatat di pintu-pintu langit yang keenam. Barangsiapa yang berpuasa satu di dalamnya karena dasar takwa kepada Allah, maka pintu langit dan hari itu berkata: Ya Rabbi, ampuniah dia…”

Hadis ini bersumber dari: Abu Muslim Ar-Razi dari Abu Nashr Manshur bin Muhammad bin Ibrahim, dari Tsawab bin Yazid dari Al-Husein bin Musa dari Ishaq bin Raziq, dari Ismail bin Yahya, dari Mas’ar bin Athiyah dari Abu Said Al-Khudri. (Fadhail Syahr Rajab: 497)

Keutamaan mandi sunnah di bulan Rajab
Abu Hurairah berkata bahwa Rasululah saw bersabda:
Barangsiapa yang menemui bulan Rajab, kemudian ia mandi sunnah pada permulaannya, pertengahannya, dan akhirnya, ia akan keluar dari dosa-dosanya seperti hari ia dilahirkan oleh ibunya.”

Hadis ini bersumber dari: Abu Nashr bin Abi Manshur Al-Muqarri, dari ayahnya dari Abu Ja’far Ar-Razi dari Ja’far bih Sahel, dari Mahmud bin Sa’d As-Sa’di, dari Ishaq bin Yahya dari Hafsh bin Umar dari Abban dari Al-Hasan dari Abu Hurairah. (Fadhail Syahr Rajab: 497)

Puasa Nabi saw di bulan Rajab
Abu Hurairah berkata bahwa Rasululah saw bersabda:
“Aku tidak memerintahkan berpuasa di bulan sesudah bulan Ramadhan kecuali di bulan Rajab dan Sya’ban.”

Hadis ini bersumber dari: Ahmad bin Ali bin Ahmad Al-Faqih, dari Abu Amer Muhammad Al-Muqarri dari Ali bin Said Al-Askari, dari Umar bin Syabah An-Numairi, dari Yusuf bin Athiyah dari Hisyam bin Hassan, dari Muhammad bin Sirin dari Abu Hurairah.
Ibnu Abbas berkata bahwa Rasulullah saw berpuasa di bulan Rajab, sehingga kami berkata beliau tidak berbuka dan berbuka…
Riwayat ini bersumber dari: Abul Hasan Muhammad bin Al-Husein bin Dawud Al-Hasani, dari Abu Bakar Muhammad bin Ahmad, dari Abu Azhar As-Salithi, dari Muhammad bin Abid dari Usman bin Hakim dari Said bin Jubair, dari Ibnu Abbas. (Ibid: 499)

Keutamaan puasa di bulan Rajab
Abdul Aziz bin Said dari ayahnya, salah seorang sahabat Nabi saw, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda:
“Bulan Rajab adalah bulan yang agung, di dalamnya kebaikan dilipatgandakan. Barangsiapa yang berpuasa satu hari di dalamnya, maka ia seperti berpuasa satu tahun. Barangsiapa yang berpuasa tujuh hari, maka akan ditutup baginya tujuh pintu neraka. Barangsiapa yang berpuasa delapan hari, maka akan dibukakan baginya delapan pintu surga. Barangsiapa yang berpuasa sepuluh hari, maka ia tidak memohon sesuatu kecuali Allah memberinya. Barangsiapa yang berpuasa dua puluh lima hari, malaikat memanggil dari langit: Dosa yang lalu telah diampuni, maka mulailah berbuat kebajikan. Dan Barangsiapa yang menambahnya, Allah akan menambah kebaikannya.”

Hadis ini bersumber dari: Abul Qasim Abdul Khaliq bin Ali Al-Muhtasib, dari Abu Muhammad Ali bin Muhtaj Al-Kasyani, dari Abul Hasan Ali bin Abdul Aziz Al-Baghawi, dari Ma’la bin Mahdi dari Usman bin Mathar Asy-Syaibani, dari Abdul Ghafur, dari Abdul Aziz dari ayahnya, dia salah seorang sahabat Nabi saw. (Ibid: 499)
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Barangsiapa yang berpuasa satu hari di akhir bulan bulan Rajab ia akan diselamatkan dari siksaan yang berat saat sakratul maut dan azab kubur. Barangsiapa yang berpuasa dua hari di akhir bulan ini ia akan diselamatkan di shirathal mustaqim. Dan barangsiapa yang berpuasa tiga hari di akhir bulan ini ia akan diselamatkan pada hari kiamat, hari yang sangat menakutkan.” (Mafatihul Jinan, bab 2 Keutamaan bulan Rajab)

Keutamaan puasa tiga hari berturut-turut
Anas bin Malik berkata bahwa Rasulullah saw bersabda:
“Barangsiapa yang berpuasa di bulan mulia hari Kamis, Jum’at dan Sabtu, Allah mencatat baginya sebagai ibadah sembilan ratus tahun.”

Hadis ini bersumber dari: Ali bin Syuja’ bin Muhammad Asy-Syaibani, dari Umar bin bin Ahmad bin Ayyub Al-Baghdadi, dari Al-Husein bin Muhammad bin Ufair Al-Anshari, dari Ya’qub bin Musa Al-Madani, dari Anas bin Malik. (Fadhail Syahr Rajab: 500)

Keutamaan puasa pada hari Bi’tsah
Hari bi’tsah adalah hari Muhammad saw diangkat menjadi seorang nabi.
Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah saw bersabda:
“Barangsiapa yang berpuasa ada hari kedua puluh tujuh bulan Rajab, Allah mencatat baginya sebagai puasa enam bulan. Hari itu adalah hari Jibril turun pada Muhammad saw, awal ia membawa risalah kepadanya.”

Hadis ini bersumber dari: Abu Sa’d As-Sa’di dari Abu Nashr Muhammad bin Thahir Al-Adib, dari Muhammad bin Abdullah dari Habsyun bin Musa, dari Ali bin Said dari Dhamrah bin Rabi’ah dari Ibnu Syudzab dari Mathar Al-Warraq, dari Saher bin Hausyab dari Abu Hurairah. (Fadhail Syahr Rajab: 500)




Thursday, March 22, 2012

h.u.j.a.n.




Orang kata bila hujan turun itu rahmat

Bunyi hujan turun sangat menenangkan, cara hujan jatuh sangat cantik, sesekali bila berdentum guruh, biar rasa luruh jantung tapi segar jiwa,

kecut perut pada Yang Maha Pencipta

Paling nikmat adalah menadah muka di dalam hujan; sejuk, segar, bersih
rasa ingin berlari, melompat-lompat, atau sekadar bersandar atas buaian menadah hujan
deria rasa muka sangat menginginkan... tapi selalu ditegah oleh pandangan

mak kata, "hujan, masuk"

"jangan main hujan, nanti kena tembak petir"

"demam..."

tapi memang betul paling nikmat berjalan di dalam hujan

seronok juga kadang-kadang pulang dari kuliah berjalan sejauh-jauhnya diteman hujan

tapi itu hujan Dublin, tak selebat Malaysia; mungkin ada seronoknya, cuma kurang seronok jika bila hujan bertambah sejuk dingin persekitaran

menggigil kesejukan!

sampai sahaja rumah, akan segera menukar pakaian berjemur kaki di depan 'heating blower'

hurm, kaki adalah aset penting penentu keselesaan sy, kalau kaki sejuk, tangan pun tak boleh buat kerja, otak nak berfikir belajar apatah lagi.

Begitu juga sekarang di Malaysia iklim Khatulistiwa, penentu enak tidur malam sy adalah keselesaan kaki, tidak boleh terlalu rimas, tidak boleh terlalu sejuk.

eh, entah. sy baru terfikir akan hal ni

setelah sekian lama hidup di dunia




tapi bunyi hujan menimpa atap plastik
di tingkap bilik ini selalunya
menganggu tumpuan
hmm...


Sunday, March 4, 2012

Bismillah


Sy sudah jarang-jarang menulis di sini. Mungkin terlalu jarang barangkali. Sy ingin selalu menulis seperti dahulu... rindu sekali.

Mungkinkah di sini sudah tiada suasana itu lagi..

Bi'ah yang menjadikan otak berfikir...
menjadikan hati celik dan mula mendengar
menggesa mata supaya berair
melimpahkan rasa di dada

Sy tahu di sini, ia tetap ada
cuma hati ini yang hilang kepekaannya
hati tidak peka...
kerana dosa..

Mengapa hati ini menjadi tidak sensitif?? :'(


"Dan sungguh, akan Kami isi neraka Jahannam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti haiwan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah."
surah al-A'raf ayat 179




Secebis Renungan...

Islamik Testimonial